Produk Penyair Masa Kini Lebih Hebat Dari Angkatan 66
Produk penyair masa kini (2000-2020) lebih hebat dari produk seorang penyair angkatan '45 dan' 66 yaitu karya berupa puisi luar biasa banyaknya. Bayangkan oleh Anda seseorang telah mengikuti antologi bersama hingga 100 kali. Ini berarti lebih dari 100 puisi dibuat. Itu dari kesertaan antologi bersama. Belum lagi penyair itu telah menerbitkan 8 antologi tunggal, yang tiap antologi tunggalnya berisi 100 puisi. Luar biasa mudahnya mencipta puisi bak rempeyek goreng yang sekali angkat puluhan dan langsung jadi bisa dimakan. Bandingkan dengan karya Sastrawan angkatan '45 dan '66. Mereka hanya sedikit mencipta puisi dan dapat dihitung. Ini artinya sastrawan masa kini lebih produktif dan tentu saja lebih maju, lebih canggih, dan lebih sejahtera. Buktinya "mungkin" telah banyak menerima royalti dan royalti yang mengalir bak mata air gunung Ciremai yang tiada henti.
Sekedar jalan-jalan ke kota lain untuk baca puisi sudah tertutup oleh satu buku saja. Pendek kata royaltinya bisa buat bangun atau beli rumah di deplofer kontan.
Kenyataan ini tentu harus dilihat dan dibaca apa betul puisi-puisi dalam banyak antologi itu bernas sastra sehingga semua antologi itu menjadi produk sastra yang diakui secara nasional? Atau hanya untuk "gagah-gagahan".
Penulis membaca banyak antologi sastrawan masa kini yang satu antologinya rata-rata terdapat lebih dari 60 puisi. Meski penulis bukan orang yang diakui sebagai sumber rujukan keilmuan tetapi setidaknya penulis membaca antologi-antologi penyair modern ini. Ternyata dari membaca itu sastrawan masa kini lebih unggul dari Sastrawan angkatan '45 atau '66. Yaitu puisi puisi sastrawan masa kini lebih beraneka tema dan sangat fariatif. Yang kedua puis-puisi penyair masa kini lebih memiliki toleransi terhadap teman. Bukti ini yaitu adanya dijumpai banyak judul yang mirip sama.
Di sisi lain alam kebebasan penyair masa kini sudah tidak lagi memanfaatkan mementum tragedi dan peristiwa sebagai penanda dalam karya masa kini tetapi mereka semakin maju ke depan. bahkan penyair masa kini memproduk puisi-puisi yang jauh kedepan bahkan menulis atau alam masa depan.
Puisi-puisi penyair masa kini pun kebanyakan lebih terbuka dan transparan mengungkapkan sesuatu yang diketengahkan.

Komentar
Posting Komentar